Hidup Adalah Pilihan
Saat tema Stop Dreaming Start Action untuk masa depan lebih baik sedang populer maka perlu juga ada motivasi untuk diri sendiri. Perlu diketahui bahwa hidup ini sebenarnya adalah pilihan. Kenapa hidup adalah pilihan? karena kita akan menjadi apa yang kita pilih. Nah lo pusing juga mau bilang bagaimana menjelaskan hal ini
. Agar tidak pusing dalam memahami, mari kita segera start action membaca kisah dibawah ini:
Alkisah ada dua buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama kita namakan saja Bibit A dan Bibit kedua kita namakan Bibit B. Si Bibit pertama berkata dalam hati, "Aku ingin tumbuh menjadi besar, aku ingin menjejakkan akar-akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku." Segeralah sang Bibit A tadi start action, cerita selanjutnya Bibit A itu tumbuh, makin menjulang.
Tebak-Tebakan Yuk!
Tinggi rendahnya suara disebut "tangga nada", kalau suara bernada tinggi disebut?
Bibit B sebaliknya hanya bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan para bekicot mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, anak-anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman." Dan bibit B itupun menunggu, dalam kesendirian. Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera, karena tetap saja kecil tidak berkembang.
Renungan:
Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Tapi, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri.
Kita sering terbuai dengan alasan-alasan untuk tidak mau melangkah, tidak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.
Mungkin tidak perlu kita memikirkan dulu masalah mengembalikan jati diri bangsa, mari kita pahami dulu dan renungkan sudah benarkah pilihan kita dalam hidup ini?
