Digadaikannya Gelora Bung Karno – Kemana Harga Diri Bangsa Ini?
Sudah sedemikian parahkah bangsa ini? sampai harga diri saja sudah tidak dipikirkan lagi? Kapan kita akan stop dreaming start action? kalau begini terus dari masa ke masa? Sudah ekonomi buruk, diremehkan didunia internasional, hutang negara menumpuk, dan terakhir pemerintah menggadaikan Gelora Bung Karno, dengan ikut menjaminkannya dalam penerbitan surat berharga berbasis syariah, sukuk ritel. Hal ini telam menuai kecaman dari sejumlah kalangan. Alasannya adalah stadion olah raga dan pusat bisnis itu dianggap sebagai kebanggaan bangsa.
“Niat itu jelas merupakan maksud jahat yang sangat mencederai harga diri bangsa,” ujar politisi senior Haryanto Taslam. Menurut beliau juga , asset Gelora Bung Karno merupakan salah satu kebanggaan bangsa yang harusnya dijaga dan dipelihara dengan baik sesuai dengan fungsinya. Sebab itu, Hartas—panggilan akrab Haryanto Taslam mengingatkan kepada pemerintah agar tidak ngawur menggadaikan asset-aset negara.
Pada akhir tahun 2008 lalu, Gelora Bung Karno ditetapkan sebagai aset yang dijaminkan dalam penerbitan sukuk. Menurut Dahlan Siamat, Direktur Kebijakan Pembiayaan Syariah Depkeu, seluruh asset itu nilainya mencapai Rp 51 triliun, tapi hanya sekitar Rp 25,9 triliun yang bisa dipakai sebagai jaminan. Untuk mengantisipasi penolakan DPR atas jaminan asset itu, pemerintah juga membidik asset beberapa departemen dan lembaga senilai 27 triliun untuk aset jaminan. WAH!..
Penerbitan sukuk ritel ini rencananya untuk menggaet investor dari Negara-Negara Timur Tengah. Konon pemerintah telah melakukan pertemuan dengan beberapa investor dari Timur Tengah yang potensial. Salah satunya dengan Qatar Islamic Bank yang tertarik untuk membeli sukuk. Wajar saja sempat beredar kabar bahwa Gelora Bung Karno akan "digadaikan" kepada Qatar.
Dijaminkannya asset Negara dalam penerbitan Sukuk diduga karena pemerintah mengalami defisit yang sangat serius. Penerbitan sukuk itu merupakan jalan pintas untuk menutupi defisit anggaran belanja Rp 139,5 triliun dan mengamankan APBN 2009. Anehnya defisit negara bukannya ditutup dengan mengefisienkan pengeluaran negara dan menutupi lobang kebocoran, sebaliknya menambah utang baru dalam bentuk sukuk.
|
|
|
Posting Terkait:
- Julia Perez Bakal Pimpin Pacitan? (26 March 2010)
- Konferensi Gay Memang Bukan Budaya Indonesia (25 March 2010)
- Sony Arianto Kurniawan (AK) vs Sony Corporation (14 March 2010)
- Miyabi Malah Beruntung Ditolak Ke Indonesia (24 February 2010)
- Download Buku Membongkar Gurita Cikeas Full Gratis (14 February 2010)


Mantap tuh infonya… Aset andalan bangsa mau dijual. . .
@Blog Anak IT: Iya pemerintah kok payah gitu ya? jadi makin males dengan pemilu
indonesia harga diriny udah menurun
Klo nutupi defisit dengan cara utang, anak TK juga bisa atuh….
katanya negara ini kaya…. dg Sumber daya alamnya, lah dikamana’in aja???? coba belajar dari presiden Iran Mahmoud Ahmad Dineja (salah eja’an dikit nggak pa pa ya??? hi..hi..) mampu tetap mendongakkan kepala meski diembargo AS.
Pemerintah gimana sih?
Gelora Bung Karno kan juga satu – satunya tempat olahraga yang bisa dipakai internasional.
Kalo Indonesia jadi tuan rumah pertandingan kan pasti di Gelora Bungkarno mainnya
kalo kata gwa sih ini hanya isu yang di besar-besarkan oleh rival politik dalam persaingan pemilu kemarin. toh bukti nya juga ga adakan kalo gelora bung karno tersebut sudah di gadaikan
Wah heboh. Tp sprtinya berita itu ngak ada.
Salam mas nawi
Taruhan bola di Malaysia…
…Korupsi telah lama menghantui sepakbola Asia, terutama Malaysia, Vietnam, China dan tidak terkecuali Indonesia…….
Blog Menarik…
…Korupsi telah lama menghantui sepakbola Asia, terutama Malaysia, Vietnam, China dan tidak terkecuali Indonesia…….